Rabu, 03 April 2019

Menguak Rahasia Gempa Palu 28 September 2018

Gempa bumi  dengan kekuatan bermagnitudo 7.4 (sebelumnya 7.7) terjadi pada Jumat tanggal 28 September 2018 terjadi di Donggala, Sulawesi Tengah. Gempa bumi yang  terjadi menimbulkan  tsunami yang melanda beberapa wilayah diantaranya adalah sepanjang pantai kota Palu dan di pantai Donggala bagian barat. Kepala Pusat Data, Informasi dan Hubungan Masyarakat Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) Sutopo Purwo Nugroho mengatakan, tsunami yang terjadi di sejumlah wilayah di Sulawesi Tengah ketinggiannya bervariasi. Titik tertinggi tsunami tercatat 11,3 meter, terjadi di Desa Tondo, Palu Timur, Kota Palu. Sedangkan titik terendah tsunami tercatat 2,2 meter, terjadi di Desa Mapaga, Kabupaten Donggala. Hasil dari laporan situasi yang dirilis BNPB update 5 februari 2019 menyebutkan bahwa gempa dan tsunami Sulawesi Tengah menimbulan dampak kerugian sebesar Rp. 2,89 triliun rupiah dan dampak kerusakan sebesar 15,58 triliun rupiah, mengakibatkan 4.340 warga hilang dan meninggal, 172.635 warga mengungsi dan 4.438 jiwa mengalami luka-luka.

Gempa yang terjadi merupakan gempa akibat aktivitas sesar Palu-koro, sesar ini memanjang dari perairan laut Sulawesi hingga teluk Bone. Sesar Palu-Koro terbentuk akibat peristiwa benturan ketiga lempeng tektonik yang ada dalam lingkup Sulawesi Tengah, ketiga lempeng tersebut iyalah lempeng mikrotektonik aktif benua Australia (Banggai-Sula) dari timur ke lempeng benua Europa-Asia/sunda land  dari barat dan lempang Mikro laut Filipina dari Utara. Sesar Palu-Koro merupakan patahan geser mengiri dan bercabang (bifurcation). Pusat Gempa Nasional (PUSGEN) membagi sesar ini menjadi empat bagian diantaranya segmen selat Makasar, segmem Saluki, segmen Palu dan Segmen Moa. Sejarah gempa mencatat sebelumnya telah terjadi gempa di sepanjang sesar ini pada tahun 1927 disertai dengan Tsunami, 1938 disertai tsunami menerjang daerah Mamboro kab. Donggala, 1968 terjadi gempa dengan magnitudo 7,3 berpusat di laut Sulawesi menyebabkan tsunami yang menyapu pantai Donggala dan pada tahun 2012 gempa berpusat di Kulawi kab. Sigi.(1)

Gempa yang terjadi selain memicu tsunami juga mengakibatkan terjadinya likuifaksi di beberapa daerah di sekitar kota Palu. Likuifaksi merupakan gejala peluruhan pasir lepas yang bercampur dengan air akibat guncangan gempa, dimana gaya pemicu melebihi gaya yang dimiliki litologi (deskripsi batuan) setempat dalam menahan gempa, hal ini menyebabkan beberapa kejadian seperti penurunan cepat (quick settlement), pondasi bangunan miring (tilting), penurunan sebagian (differential settlement) dan mengeringnya air sumur yang tergantikan oleh mineral nonkohesif.(1) Akibat dari dampak yang terjadi setelah gempa menyebabkan likuifaksi di beberapa daerah diantaranya di Balaroa yang merupakan daerah yang tepat berada ditengah sesar Palu-Koro, Petobo, Jono Oge dan Sibalaya Selatan.

Beberapa penelitian mengemukaan bahwa gempa palu merupakan jenis gempa dengan kecepatan langka atau disebut supershear. Gempa supershear merupakan gempa yang kecepatannya melebihi kecepatan  gelombang geser seismik dan menyebabkan ledakan sonik. Umumnya kecepatan gempa ada di kisaran 4-9 kilometer per detik. Namun, gempa bumi supershear mendobrak teori itu dan bergerak dengan kecepatan super hingga dianalogikan menyebabkan efek ledakan sonik.(2) Studi mengenai gempa supershear telah dilakukan diantaranya oleh Socquet dan rekannya, mengevaluasi radar citra satelit untuk membatasi tata ruang distribusi perpindahan permukaan terkait dengan gempa Palu,  menyimpulkan bahwa gempa mungkin pecah di kecepatan retak supershear. Dalam studi pelengkap, Bao dan rekan-rekannya menganalisis pengamatan seismik di jarak regional dan jarak teleseismik untuk membuktikan meyakinkan bahwa Gempa Palu 2018 merambat pada  kecepatan retakan supershear. disimpulkan bagian retakan mengikuti jejak retakan di permukaan dan menunjukkan retakan supershear berkelanjutan dengan kecepatan sekitar 4,1 km s– 1. Simulasi Numerik sebelumnya menunjukkan kecepatan supershear tidak dapat dihasilkan pada tahap awal pecahnya, sebaliknya pecahnya harus berpindah dari subshear ke kecepatan supershear. Bao dan rekannya menyimpulkan dari pengamatan mereka bahwa gempa Palu mencapai supershear pada awal selama proses retakan. (3) Penelitian penelitian ini mengungkap pesona lain dari gempa yang terjadi di Palu 28 September silam yang masuk kedalam salah satu jenis gempa langka, gempa supershear.

Liensu

Referensi
(1) Kusumah M, dKK. 2018. Dibalik Pesona Palu Bencana Melanda Geologi Manata. Badan Geologi Kementrian ESDM. Bandung

(2)https://sains.kompas.com/read/2019/02/07/081430523/gempa-palu-resmi-dinyatakan-fenomena-supershear-langka.

(3) Mai PM (2019) Supershear tsunami disaster. Nature Geoscience 12: 150–151. Available: http://dx.doi.org/10.1038/s41561-019-0308-8.


Senin, 01 April 2019

Romansa Muda Pemuda Brebes

22 Februari 2018, longsor terjadi di desa Pasir Panjang Brebes Jawa Tengah pada pagi hari sekitar jam 8 pagi. Aku dan keluarga sedang menyiapkan acara syukuran mamah yang akan berangkat umroh. Tiba- tiba notifikasi handphone aku banyak sekali pas dibuka semua adalah pemberitahuan bencana ini. 
Hati mulai cemas, jari mulai lincah memainkan perannya mencari berita terkini perkembangan dampak yang terjadi akibat longsor. Malam pun tiba, syukuran di rumah aku mulai dari sehabis magrib. Sebelum acara mulai aku bilang ke mamah, "mah, mau ke brebes yaa jadi relawan, berangkat malem ini naik kereta. boleh?" dengan bingung dia jawab "yaudah". Aku berfikir kalo jawaban itu artinya iya, langsung laah aku berkemas membawa baju dan keperluan lainnya untuk ke lokasi bencana. naik kereta jam sekitar jam set 9 malam dari cibinong ke pondok ranji, sampai di pondok ranji di jemput dengan motor menuju kampus. 
aku berangkat menuju lokasi ditumpangi mobil jenazah dmc. Pertama kalinya naik mobil jenazah langsung berpergian jauh ke tempat bencana pula rasanya "Amazing" luar biasa, apapun dilakukan demi tumpangan geratiiissss

Surya mulai berada tepat diatas kita berpijak disitu pula aku sampai di brebes, memasuki desa pasir panjang terlihat disepanjang aliran sungai lumpur tanah coklat kemerahan dan potongan potongan pohon berserakan sisa sisa dari longsor yang terjadi tepat sehari sebelumnya. 

Area yang terdampak longsor sangat luas, kerugiannya pun sangat banyak. area persawahan, kebun, jalan dan rumah, ternak yang dimiliki warga semua dihantam oleh tanah longsor. Belasan orang meninggal dan luka luka, puluhan orang kehilangan rumah mereka.

Menjadi relawan disetiap daerah yang berbeda dengan jenis bencama yang berbeda memberikan kita sebuah warna baru dalam pengalaman hidup. di brebes ini aku belajar bahwa, percayalah kawan anak muda itu punya kekuatan lebih maka berikanlah mereka kesempatan untuk membantu menanggulangi bencana. Semangat membara terpancar di hingar bingar mata yang penuh harapan dari pemuda desa pasir panjang yang memiliki keinginan besar untuk membantu evakuasi beberapa kerabat mereka yang belum ditemukan. 


sayangnya keinginan mereka dipatahkan hanya dengan alasan tidak punya pengalaman dan peralatan lengkap. yaaa memang benar bila ingin melakukan evakuasi harus mengutamakan safety procedure tapi bukankah lembaga lembaga itu punya peralatan yang bisa dipinjamkan kepada mereka. ketahui laah mereka itu punya kemampuan kenal medan yang baik, karena mereka itu sudah mengenal seluk beluk daerahnya.


Sekitar tiga hari pasca longsor warga mulai banyak mengeluh mengenai kebutuhan pokok yang tak kunjung terpenuhi. Aku dan kawan kawan telah mengundang pemuda pasir panjang untuk memikirkan dan bekerjasama memenuhi kebutuhan pokok mereka tepat sehari sebelumnya, namum mereka menolak dengan dalih evakuasi lebih penting. mereka belum sadar bahwa perut orang yang hidup lebih penting dibanding menyelamatkan orang yg tak tau keberadaannya. Setelah semua warga merakasan ketidak cukupannya bantuan yg diterima, barulah para pemuda ini memyambangi aku dan dari situlah kami membentuk pos bersama untuk menerima dan mendistribusikan bantuan secara cepat. disinilah awal mula kedekatan antara karang taruna desa pasir panjang yang biasa disebut HIPPEMAP. 


Hari dimulai dengan membuka pos di rumah ibu uci letaknya di pertigaan jalan menuju area longsor. kami bekerja bersama mendesign posko dipagi hari, menerima dan mencatat pemasukan logistik dan donasi yang masuk memudian mengemas logistik yang aka di bagikan. aku membuat formulasi pembagian sendiri berdasarkan jumlah jiwa pada satu kk. semua mengikuti komando yang aku sebutkan, setiap item bantuan di jaga oleh satu orang selanjutnya ada kantong plastik dengan nama berdasarkan kepala kk kemudian aku menyebutkan jenis dan banyaknya baranh yang harus dimasukkan. dengan suara cempreng yang khas ini aku berteriak setiap malam seperti contoh kombinasi bantuan "Mie 2, aqua 2, roti 4, sabun 1, biskuit 1 pembalut 1" suara siara semacam ini rutin terdengar setiap  hari hingga hari ke 4 setelah kita membuka pos bersama, kami lakukan ini diselingi dengan bercanda tawa bersama hingga lelah tidak kami rasakan lagi. Suara ini yang membuat mereka rindu dengan aktifitas tanpa pamrih membantu orang, hingga setahun berlalu ketika bebeberapa pemuda hippemap memgirim pesan kepada aku mereka bilang "Kalo inget suka ketawa sendiri serius,mie dua tolak angin satu roti dua 😂😂😂😂 suaranya ituloh" tutur ibeng yang biasa panggil aku dengan sebutan milea, hal yang hampir sama juga di ucap oleh luki pemuda hippemap yang paling muda dan paling rajin menemani aku dan kawan kawan bertugas assessment dan distribusi logistik. Selama delapan hari ku habiskan waktu ku meninggalkan aktifitas laboratorium penelitian untuk membantu desa ini, makan, bercengkrama sembari berkerjasama untuk menanggulangi bencana.

Bukan Hanya Cinta yang bisa Romantis,

Saling membantu tanpa saling tahu, bercengkrama lepas tanpa beban, bertukar pikiran tanpa batas, berjabat tangan memulai kerjasama

liensu,  kisah di

22 Februari - 3 Maret 2018


First Time Jadi Relawan



Jumat 23 september dengan dukaca dan bergabung dengan sahabat merah putih berangkat ke garut
Tak disangka tak di duga aku perempuan sendirian
The best experience with all of you guys
Thanks for dukaca, bang aco, bang reski, bang jagat, bang ateng dan bang gerby, anak anak di kp.Cijambe desa Sindang laya, kec. Karang Pawitan Garut
Hari itu tetap ada acara di organisasi untuk pergi ke bogor selama 3 hari, malam sebelumnya kita kumpul dan membuat kesimpulan untuk respon bencana banjir bandang Garut. alhasil aku dan dukaca bersedia dan berangkat keesokan harinya. kita sama sama anak baru yang baru dapet ilmu disaster management sedikit tapi kita ngk risau dengan semua itu niat teguh dalah hati untuk membantu orang dengan sendirinya kita bisa melakukan banyak hal disana. Hari pertama sampe di Garut sekitar jam 4 pagi, agak canggung dan merasa aneh pada awalnya, tinggak di tempat orang asing bersama barisan barisan mapala dan mantan sispala Bandung yang 90% cowo sekitar berjumlah 20 orang dan cewenya cuma 3 orang termasuk aku. hari ini ngk banyak yg dilakuin, hanya menunggu angkutan untuk ke daerah terisolir sambil nunggu kita sortir baju layak pakai untuk di distribusikan. lama lama dan lama aku dan dukaca nunggu, sekitar jam 2 siang baru kota diangkut sama anak bandung pake mobil jeep kecil warna hitam pergi ke daerah cijambe diperjalanan kita mampir beli cakue, cakuenya enak karena dalam posisi laper dan gratis, hahahahhahahaha. lanjut jalan lagi tiba tiba si supir nyenggol truk ukuran sedang dan kita semua yg ada di mobil kaget sekaget kagetnyaaa dan posisi nyenggolnya adalah tepat disamping tempat duduk aku dan alhasil spion rusak dengan kaca kaca pecah berserakan. wooowww perjalanan yang menegangkan akibat si supir ngantukkk. akhirnya dia diganti sama temen yang duduk di sebelahnya, aku udah lupa namanya siapa. Sampailah kita di Cijambe, desa Singdang Laya Kab. Karang Pawitan disepanjang aliran sungai Cimanuk yang mengalir dari kota Garut hingga Karang Pawitan, terlihat kerusakan kerusakan di kiri dan kanan sungai sebagai saksi begitu kuatnya hantaman air banjir bandang yang menghancurkan seluruh bangunan radius 4-10 meter bahkan lebih di beberapa daerah dari bibir sungai. kondisi di daerah ini sangan ramai dengan bantuan yang masuk, banyak tenda tenda darurat berdiri, terlihat jembatan buatan swiss dengan besi yang kokoh putus diterjang air, rumah rumah hancur dan perlatan rumah tangga seperti kasur sofa dan lainnya berserakan dengan lumpur disepanjang tepi sungai.

Jumat, 18 Oktober 2013

Mata

Mata yang sekarang harus memancarkan semangat dan kesungguhan dalam melakukan apapun.

Sabtu, 28 September 2013

16 september 2013

16 september sampe hari ini adalah petualangan yang tak terduga
sebelumnya. Cari kegiatan dan penghasilan itu susah banget, tapi harus
tetap semangat karena kamu luarbiasa

Rabu, 28 Agustus 2013

huuhh

hal yang paling melelahkan adalah tidak melakukan sesuatu
dan tidak boleh menyesal karena keputusan yg dipilih.
Huuhh itu semua menyiksa

Senin, 26 Agustus 2013

luarbiasa

kata kakek aku luarbiasa, ngk tau apa alasannya dia bilang begitu tapi
seneng sih ada yg menghibur ditengah kesedihan ngk diterima sama
universitas mana pun yang aku coba. Padahal si kakek cuma liat muka
aku yg lagi diem mau ngambil kue dimeja. darimana dia berkesimpulan
seperti itu yah?, Semoga tahun depan bisa lulus menjadi mahasiswi di
universitas negeri dengan jurusan dan universitas yg baik untukku.
Amin
ayo semangat