Senin, 01 April 2019

First Time Jadi Relawan



Jumat 23 september dengan dukaca dan bergabung dengan sahabat merah putih berangkat ke garut
Tak disangka tak di duga aku perempuan sendirian
The best experience with all of you guys
Thanks for dukaca, bang aco, bang reski, bang jagat, bang ateng dan bang gerby, anak anak di kp.Cijambe desa Sindang laya, kec. Karang Pawitan Garut
Hari itu tetap ada acara di organisasi untuk pergi ke bogor selama 3 hari, malam sebelumnya kita kumpul dan membuat kesimpulan untuk respon bencana banjir bandang Garut. alhasil aku dan dukaca bersedia dan berangkat keesokan harinya. kita sama sama anak baru yang baru dapet ilmu disaster management sedikit tapi kita ngk risau dengan semua itu niat teguh dalah hati untuk membantu orang dengan sendirinya kita bisa melakukan banyak hal disana. Hari pertama sampe di Garut sekitar jam 4 pagi, agak canggung dan merasa aneh pada awalnya, tinggak di tempat orang asing bersama barisan barisan mapala dan mantan sispala Bandung yang 90% cowo sekitar berjumlah 20 orang dan cewenya cuma 3 orang termasuk aku. hari ini ngk banyak yg dilakuin, hanya menunggu angkutan untuk ke daerah terisolir sambil nunggu kita sortir baju layak pakai untuk di distribusikan. lama lama dan lama aku dan dukaca nunggu, sekitar jam 2 siang baru kota diangkut sama anak bandung pake mobil jeep kecil warna hitam pergi ke daerah cijambe diperjalanan kita mampir beli cakue, cakuenya enak karena dalam posisi laper dan gratis, hahahahhahahaha. lanjut jalan lagi tiba tiba si supir nyenggol truk ukuran sedang dan kita semua yg ada di mobil kaget sekaget kagetnyaaa dan posisi nyenggolnya adalah tepat disamping tempat duduk aku dan alhasil spion rusak dengan kaca kaca pecah berserakan. wooowww perjalanan yang menegangkan akibat si supir ngantukkk. akhirnya dia diganti sama temen yang duduk di sebelahnya, aku udah lupa namanya siapa. Sampailah kita di Cijambe, desa Singdang Laya Kab. Karang Pawitan disepanjang aliran sungai Cimanuk yang mengalir dari kota Garut hingga Karang Pawitan, terlihat kerusakan kerusakan di kiri dan kanan sungai sebagai saksi begitu kuatnya hantaman air banjir bandang yang menghancurkan seluruh bangunan radius 4-10 meter bahkan lebih di beberapa daerah dari bibir sungai. kondisi di daerah ini sangan ramai dengan bantuan yang masuk, banyak tenda tenda darurat berdiri, terlihat jembatan buatan swiss dengan besi yang kokoh putus diterjang air, rumah rumah hancur dan perlatan rumah tangga seperti kasur sofa dan lainnya berserakan dengan lumpur disepanjang tepi sungai.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar